Menyusuri Air Terjun Tersembunyi di Jambi: Liburan Alam Tanpa Ramai

Waktu itu pertama kali denger dari temen di Muaratebo soal Air Terjun Tujuh Tingkat di kawasan Bukit Tiga Puluh. Lokasinya cuma sekitar dua jam perjalanan dari pusat kota, tapi nyaris nggak tersentuh wisatawan. Minggu lalu saya akhirnya sempet ke sana bareng keluarga kecil. Sepanjang jalan tanah yang masih kasar, udah bisa nyium aroma tanah basah dan suara gemericik yang makin jelas. Nggak perlu bayar tiket masuk mahal—cukup Rp5.000 per orang untuk parkir dan sumbangan sukarela buat pengelola setempat. Ini beneran liburan alam yang hemat dan bikin hati tenang.
Medan menuju air terjun cukup menantang buat pemula, tapi masih ramah untuk anak-anak kalau didampingi. Jalur setapak selebar satu meter dengan bebatuan licin, jadi pastikan pake sepatu anti-slip. Saya bawa bekal makanan ringan dan air minum karena nggak ada warung di dalam kawasan. Tiket masuk emang murah, tapi jangan lupa bawa uang tunai kecil untuk parkir. Pengelola di sana jual minuman kelapa muda dingin di pos awal, tapi barangnya terbatas.
Saya saranin datang pagi hari pukul tujuh, karena cuaca masih sejuk dan cahaya matahari masuk sela-sela pohon. Air terjun utama punya tujuh tingkatan dengan kolam dangkal di setiap tingkatnya. Anak saya seneng bangeet main air di kolam pertama yang airnya setinggi betis. Yang paling bagus adalah tingkat ketiga, di mana air jatuh langsung membentuk pelangi kecil kalau kena sinar. Sayangnya, tingkat kelima dan seterusnya agak licin, cuma saya jangkau sendirian. Buat keluarga muda, cukup nikmati tingkat pertama hingga ketiga.
Di sekitar jalur banyak ditemuin tanaman hias liar dan kupu-kupu besar. Saya juga ketemu beberapa penduduk lokal yang ambil air langsung dari mata air—katanya airnya bisa langsung diminum. Saya coba sebntar, rasanya segar dan nggak ada rasa kapur. Tempat ini belum populer di media sosial, jadi super tenang. Cuma ada beberapa pengunjung lain waktu saya di sana, kebanyakan mahasiswa yang camping di dekat sungai.
Kalau kamu mau liburan alam tanpa keramaian, destinasi kayak gini patut dicoba. Sebelum pulang, saya sempet mampir ke sentra UMKM di desa terdekat dan beli keripik singkong pedas buatan warga. Harganya murah dan cocok jadi oleh-oleh. Pengalaman ini ngebuktiin bahwa liburan alam nggak harus jauh atau mahal. Cukup keluar sebntar dari rutinitas Muaratebo, kamu bisa nemuin ketenangan di sudut Jambi yang masih perawan Catatan paralel ada di liburan hits.

Untuk konteks lebih: sumber resmi